Cikal Bakal W.I.P (work in progres) Abadi

Berhenti ditengah jalan. Ah itu bukanlah hal yang aneh bagi para perupa. Banyak faktor yang bisa membuat mogok… gok… gok… gok… untuk melukis. Contoh: Pekerjaan pokok yang tak bisa ditinggal. Kedatangan tamu yang tak diundang (teman yang sering mengganggu konsentrasi saya saat berkarya). Dan yang terpenting adalah mood atau suasana hati. Pekerjaan pokok yang kadang…

Potret Waktu Yang Berbeda

Kau kusam usang pernah dicampakan waktu, diantara ingin bercerita dan bisu. Hampir tak tersentuh jika hati tak meraba rasa yang lekat akan rindu. Kau, adalah bukti nyata. Saksi bisu bahwa Aku pernah berada disana membersamainya yang kupanggil cinta. Lagi, kau selalu bisa membawa rasa menembus dimensi waktu yang berbeda. Membawa alam bawah sadar melalang buana;…

17 Agustus 17 ( Lingkungan I, II, III, WayHalim Bandar Lampung)

Tanggal 17 bulan Agustus, bangsa Indonesia pastinya sudah tahu persis hari kemerdekaan negri tercintanya. Begitu juga warga kampung tempat tinggalku. Juga merayakan dimana jatuhnya hari kemerdekaan. Semua kalangan ikut memeriahkan hari itu. Dimana tak ada perbedaan suku dan agama. Menjadi satu kesatuan Indonesia. Bhineka Tunggal Ika. Beberapa hari sebelum jatuh tanggal 17, rapat pembentukan keanggotaan…

Kemungkinan Kemarin

Kemarin, pernah kuberanikan diri menyapamu lewat pesan singkat. Hanya memanggil namamu “Nad”. Berharap kemungkinan akan ramah membalas. Dan kemarin dari kemarin sebelumnya. Kau membalas “Iya”, kemungkinan membalas ramah lalu menghilang. Kemarin sesudah kemarin yang lalu. Kubuat kata-kata tentangmu di beranda, tentang sikap yang kau pilih untuk menjaga hati seseorang. Mungkin. Atau hanya perasaanku saja yang…

Malam Ini Kau Amat Kubenci!

​ /0/ Malam ini hanya ada secangkir cokelat panas dan sebatang rokok yang menemani. Alunan nada yang kuputar tak membuatmu bergeser sedikitpun dariku, mengapa kau begitu egois! Pergilah, atau setidaknya beri Aku sedikit ruang untuk bergerak. Sungguh, malam ini kau menyudutkanku dalam penyesalan yang memang tiada guna. Dan menampar keras jiwaku tanpa rasa ragu. Kejam!…

Tanpamu dan Mereka Aku buta

​ Aku hanya laki-laki (berandalan) busuk dan angkuh; pongah berdiri di akhir zaman! Buta berjalan meraba-raba, dan berkhayal seperti apa bentuk bintang yang bersinar terang menghiasi setengah semesta.Kadang sepi kumaki, mencerca seisi dunia yang semakin menggila. Kemana lagi harus mencari sesuatu yang berarti, sesuatu yang bisa menjadi mata untuk membantu melihat ujung harapan. Siang malam…

Xylotrupes Gideon

​ Kumbang tanduk atau kumbang badak hanya memakan cairan manis seperti nektar, getah, buah-buahan yang manis. Kumbang tanduk tidak menggigit, melainkan hanya mencapit, dan lumayan sakit. Mulut kumbang terdiri dari pada mandibel yang kuat, digunakan untuk mengerat pohon dan kulit buah. Dan harus kalian tahu, kumbang tanduk tidak memiliki hemoglobin, tapi hemolimfa. Walaupun kepalanya terputus…

Temanku Dalam Cermin

​ Lama tak menyapamu… Bagai mana kabarmu? Baik-baik saja kah? Aku harap begitu. Lama tak melihatmu, kini kau semakin tua, banyak ruang kosong terlihat dikepalamu, berguguran seperti daun-daun ditaman itu. Mungkin kau terlalu lama terabaikan oleh waktu yang terus menggilas sisa harapanmu. Pasrahkan saja teman, jangan terus melawan dunia, apa lagi seisi dunia. Berjalan saja yang…

Hati Yang Tak Berharga

​ Terkunci keadaan, memuakan, f**king days! Bengis suara mereka teriakan namaku memekik, menyakitkan! Hanya diam dan terus berjalan melupakan perih yang tertinggal menyayat hati. Melepaskan harap sejenak, pasrah. Menekan keras amarah dengan batu es yang Kubuat sendiri dari tatapan mata malaikat penjaga, Kusebut Ia Ibu. Bast**d! Maafkan jika kekecewaan ini menggoda hati untuk murka, tersebab hanya…

Sketsa Senyum-mu (3)

***Yang Hilang Kembali Terkenang*** Tak terasa sudah dua minggu berlalu sejak terakhir kali melihatmu. Masihkah hal yang menyenangkan itu melekat diwajah lugumu? Ah, hanya itu yang selalu mengusik fikiranku–malam ini hujan turun dengan lebatnya mengguyur kegelisahan diremang kamar kost, instrumen alam pun mengiringi pensil usang menggoreskan gradasi kebisuan diselembar harap; mengharap kehadiranmu sekali lagi. Jutaan…

Siapa Kita?

​Lelah bercampur bosan tergradasi halus dibenakku. Mencambuk punggung menikam otak. Kemana manusia yang mengaku ‘Keluarga’, yang katanya jika susah kita tanggung bersama. Ah bullshit! Percaya saja pada Tuhan yang menentukan takdir untuk memilih siapa yang pantas menjadi keluarga.Dia yang benar sedarah daging atau sedarah (basing). Kadang jengkel hati ini dibuatnya, muak dicampakan seperti sampah tak…

Sketsa Senyum-mu (2)

***FlashBack*** Masih terbayang tentang tajam ujung pisau bibir lembabmu yang terangkat itu. Mengkilap terbiaskan jingga langit dirabu sore–cuaca sore itu sedang bersahabat, bentuk awan yang acak menghiasi birunya langit yang sedikit merah Keemasan. Dan angin yang menyapa daun-daun kering dari ufuk barat datang menyapu tatapan kosong lamunanku.Hari itu Aku berusaha melepas lelah setelah seharian bekerja…